Frizt Yonif Yongly Lumbantoruan, S.E., M.M. Bergabung di Laskar Pangan Indonesia, DPC Demak Siap Kawal Kepentingan Pangan

DEMAK — TransvaransiJateng.com. Dinamika gerakan masyarakat sipil di bidang pangan mulai mendapat perhatian. Frizt Yonif Yongly Lumbantoruan, S.E., M.M. disebut bergabung dengan Laskar Pangan Indonesia (LPI) dan dipercaya sebagai Ketua DPC LPI Kabupaten Demak.

Bergabungnya Frizt membawa harapan sekaligus tantangan baru bagi organisasi yang mengusung isu ketahanan dan kepentingan pangan masyarakat. Posisi tersebut bukan sekadar jabatan struktural, tetapi menuntut keberanian untuk melihat persoalan pangan secara kritis dan menyuarakan kepentingan masyarakat.

Di tengah persoalan harga hasil pertanian, distribusi pangan, kesejahteraan petani dan peternak, hingga potensi permainan rantai pasok, keberadaan organisasi masyarakat seperti LPI dituntut tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Ketua DPC Demak harus mampu menjadi mata dan telinga masyarakat di lapangan.

Frizt dituntut membangun komunikasi dengan petani, peternak, pelaku usaha pangan, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum apabila ditemukan persoalan yang merugikan masyarakat.

Bukan Sekadar Nama, Tetapi Harus Dibuktikan

Keanggotaan dan kepengurusan di LPI tentu membawa konsekuensi. Publik akan melihat sejauh mana organisasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata.

Persoalan pangan merupakan isu strategis. Ketika harga komoditas jatuh di tingkat petani tetapi harga di tingkat konsumen tetap tinggi, pertanyaan mengenai tata niaga dan rantai distribusi patut mendapat perhatian.

Begitu pula ketika peternak mengalami tekanan biaya produksi, sementara harga jual tidak sebanding dengan ongkos produksi. Kondisi semacam itu membutuhkan advokasi berbasis data, bukan sekadar pernyataan.

Karena itu, Frizt Yonif Yongly Lumbantoruan sebagai Ketua DPC LPI Demak memiliki pekerjaan besar di depan mata.

LPI di Demak harus mampu menunjukkan keberpihakan melalui kerja nyata: mengawal ketahanan pangan, menyerap aspirasi masyarakat, mengawasi persoalan distribusi, serta mendorong kebijakan yang tidak merugikan produsen pangan maupun konsumen.

Demak dan Tantangan Ketahanan Pangan

Demak merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam sektor pertanian. Kondisi tersebut membuat isu pangan tidak bisa dilepaskan dari kepentingan masyarakat Demak.

LPI diharapkan tidak menjadi organisasi yang hanya hadir ketika ada momentum. Sebaliknya, keberadaan DPC harus dirasakan masyarakat secara langsung.

Tajam dalam mengkritisi, objektif dalam melihat persoalan, dan berani mengawal kepentingan masyarakat menjadi tiga hal yang akan menjadi ukuran publik terhadap kepemimpinan Frizt.

Pada akhirnya, jabatan Ketua DPC bukanlah sekadar posisi organisasi. Jabatan tersebut adalah amanah yang harus dibuktikan melalui kerja dan keberpihakan kepada kepentingan pangan masyarakat.

Redaksi:
Laskar Pangan Indonesia — DPC Demak diharapkan menjadi garda masyarakat dalam mengawal persoalan pangan secara kritis, transparan, dan bertanggung jawab.