Agus Mujayanto Jalin Silaturahmi dengan Anis Oreo, Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya Jawa

BLORA, Transvaransijateng.com– Aktivis kebudayaan Agus Mujayanto melakukan silaturahmi dengan Zumiatin Manisah, S.Pd. yang akrab disapa Anis Oreo, seorang Make Up Artist (MUA) dan perias pengantin Jawa modern di Kabupaten Blora. Pertemuan tersebut menjadi wadah mempererat tali persaudaraan sekaligus berdiskusi mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan seni budaya Jawa di tengah arus modernisasi.

Dalam suasana penuh kehangatan, Agus Mujayanto mengapresiasi dedikasi Anis Oreo yang selama ini konsisten mempertahankan tradisi melalui profesinya sebagai perias pengantin adat Jawa. Menurutnya, pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk seni tata rias, kesenian, hingga pembinaan generasi muda.

Anis mengawali perjalanan karier sebagai guru pengabdian di TK Pertiwi Tempurejo, Kecamatan Blora. Setelah beberapa tahun mengabdi di dunia pendidikan, pada 2015 ia memutuskan beralih profesi menjadi perias pengantin atau yang dikenal sebagai dukun manten. Keputusan tersebut menjadi titik awal kiprahnya di dunia tata rias profesional.

Untuk meningkatkan kompetensi, pada 2017 Anis mengikuti pendidikan Make Up Artist (MUA). Seiring berkembangnya usaha, ia tidak hanya melayani jasa tata rias pengantin, tetapi juga merambah ke bidang Event Organizer (EO) yang menangani berbagai acara pernikahan maupun hiburan.

Kecintaan Anis terhadap dunia seni telah tumbuh sejak kecil. Sejak duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar, ia aktif sebagai vokalis Orkes Melayu hingga lulus Sekolah Menengah Atas. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan karier di bidang seni dan industri kreatif.

Selain dikenal sebagai pelaku usaha kreatif, Anis juga merupakan Ibu Bhayangkari, mendampingi suaminya, Subekti Budi Anggara, S.H. yang bertugas sebagai anggota Unit Satwa K9 (Pawang Anjing Pelacak Polri) Sat Samapta Polres Blora.

Di tengah kesibukannya, Anis tetap menanamkan kecintaan terhadap seni kepada ketiga anaknya. Mereka dikenalkan sejak dini pada seni tari dan musik tradisional. Bahkan, putri bungsunya kerap tampil sebagai penari Gambyong maupun Cucuk Lampah dalam berbagai prosesi adat Jawa sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya leluhur.

Agus Mujayanto menegaskan bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus dijaga bersama. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam memastikan tradisi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.

Budaya adalah jati diri bangsa. Apa yang dilakukan Mbak Anis melalui tata rias pengantin adat, pembinaan seni kepada anak-anak, hingga keterlibatannya dalam berbagai kegiatan budaya merupakan wujud nyata menjaga warisan leluhur agar tetap lestari, ujar Agus Mujayanto.

Selain berkarya di bidang seni dan tata rias, Anis Oreo juga aktif dalam organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Blora. Keterlibatannya di berbagai kegiatan sosial dan keagamaan menjadi bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Melalui silaturahmi tersebut, Agus Mujayanto berharap semakin banyak tokoh masyarakat, pelaku seni, dan generasi muda yang terlibat dalam upaya menjaga, mengembangkan, serta mempromosikan seni budaya Jawa. Sinergi antara pegiat budaya dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar warisan budaya Nusantara tetap lestari dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

(Red)